Belajar Rendah Hati
Kehidupan Iman11 Okt 2025

Belajar Rendah Hati

Ajakan sinau andap asor—menjauhi arogansi dan menumbuhkan kerendahan hati.

Kata rendah hati atau bahasa kampung saya andap asor.....

walaupun mudah diucapkan,namun tidak mudah dilaksanakan.

Barangkali memang kita yg berkenan bisa mulai "sinau andap asor"( belajar rendah hati)

Karena kita manusia paling senang dipuji dan menjadi sombong serta suka menonjolkan diri,apalagi jika merasa memiliki kelebihan.

Merasa bisa ini, bisa itu... sesungguhnya hanya merasa bisa

Dan bisa masuk dalam perangkap roh arogansi.

Dan akhirnya menjadi orang yg arogan.

Orang yang arogan adalah orang yang merasa paling pintar dan paling hebat, sehingga susah untuk belajar dari orang lain, dan tidak memiliki kerendahan hati.

Orang yang arogan biasanya menonjolkan superioritasnya dan suka menghakimi orang lain.

Apalagi jika memang memiliki pangkat,juga gelar S1, S2 bahkan S3 dan juga punya mobil mewah, bisa juga sawah dan ladang yg luas.

Tanpa sadar masuk perangkap arogansi.

Arogansi ini tentu yg lebih parah adalah dibidang yg sifatnya tidak nampak misalnya, kebaikan, kerohanian,kepintaran dsb.

Lebih berbahaya untuk kita semua.

Sudah terbukti dalam beberapa kasus di dunia ini, contohnya seorang Presiden Brazil yang bernama Tancredo Neves.

Selagi kampanye ia berkata, "Bila mendapat 500.000 suara dari anggota partai saya, maka tidak ada yang dapat mendepak saya dari posisi Presiden, bahkan Tuhan sendiri pun tidak !

Akhirnya ia mendapat 500.000 lebih suara, tetapi sehari sebelum peresmian jabatannya ia sakit dan meninggal dunia.

Begitu juga dengan kisah nyata seorang perancang kapal Titanic.

Setelah pembuatan kapal Titanic, seorang reporter bertanya, "Seberapa amankah kapal Titanic tersebut?"

Dengan nada mengejek, perancang kapal Titanic menjawab, "Tuhan pun tidak akan bisa menenggelamkannya."

Kenyataannya kapal Titanic tenggelam pada malam 14 April 1912 di Samudera Atlantik Utara karena menabrak gunung es.

Di atas langit masih ada langit.ini kalimat yg terkenal...sering digunakan dalam dunia persilatan,agar tidak sombong.

Ketika belajar disebuah perguruan silat biasanya belajar untuk rendah hati, atau ilmu padi... semakin berisi semakin rendah hati.

Walaupun pada kenyataannya banyak juga yang baru belajar 5 atau 10 jurus, gayanya sudah seolah pendekar besar.

Bahkan sedihnya sering menjadi sponsor tawuran antar perguruan... lalu bagaimana pembelajaran rendah hatinya.

Kalimat ini juga seharusnya mengingatkan kita bahwa ketika kita merasa lebih hebat dan pandai, jangan lupa masih ada orang lain yang lebih hebat atau pandai dari kita, karena itu janganlah hendaknya kita menjadi sombong, karena kesombongan adalah awal dari keruntuhan.

Nah bagaimana jika mulai saat ini kita belajar rendah hati( Sinau andap Asor) walau masih sering gagal,tapi tetaplah kita belajar,sambil memohon kepadaNya,sehingga kita dimampukan menjadi orang yg rendah hati,karena memang tidak mudah mencapai hal tersebut.

Sebuah ajakan yang baik, untuk kita.. mari belajar bersama, semoga.

SELAMAT MALAM SEMUA SAHABATKU

SALAM SEHAT DAN BAHAGIA UNTUK KITA SEMUA.

Depok,11-10-25,jbds

    WhatsAppBelajar Rendah Hati | Christianity Crisis Center | Christianity Crisis Center