Tetap Berjuang
Kehidupan & Inspirasi22 Des 2025

Tetap Berjuang

Sebuah pertemuan di angkot membuka mata tentang semangat hidup yang tidak kenal usia. Ora obah ora mamah—tanpa bergerak, tanpa makan.

Cerpen

_Tetap berjuang_

Oleh :

jbdjokosuhono.

Ora obah ora mamah, ini sebuah filiosofi dalam dan luar biasa.

Walau dalam bahasa jawa, namun jika diartikan semua akan mengaminkan.

Inilah kisahnya.

Pulang dari rumah sakit seharusnya, aku bisa minta jemput anak.

Tetapi aku merasa sehat dan kebetulan rumah sakit Permata, dimana saya kontrol itu,mudah kendaraan umumnya, bahkan angkot 03 ada 24 jam, memang jalur dari Depok ke Parung sangat ramai.

Sekali kali pengin juga naik angkot dan sedikit bebas dari kawalan anak dan istri.

Tetapi di siang hari agak sepi juga ini.

Aku menunggu agak lama terlihat angkot kosong hanya terisi satu wanita duduk dibelakang.

Aku suka ini bisa duduk didepan, setelah naik dan berjalan terasa panas aku copot jaket dan topiku.

Sopir langsung menegor " Kalau nggak salah, pak Joko ya"

Aku kaget dia mengenalku, padahal seingatku jarang naik angkot, jadi tidak punya kenalan sopir angkot.

" Betul pak.. kita pernah ketemu ya pak"

Aku menjawab dengan ramah dan antusias.

" Mungkin bapak lupa, hampir 20 tahun yang lalu, bapak sering ketemu saya, dibengkel.. bapak pernah cat total mobil zebra biru.. juga mobil Camry sering ganti accu, pernah juga sedan warna merah, masih bagus, katanya bekas taxi Blue Bird, dicat juga"

Sementara mobil sudah mulai jalan.

Lalu aku mengamati sopir yg sudah agak sepuh juga, mungkin seumuran dengan diriku sendiri.

"Oo iya ingat, pak Pak Husin, dulu buka bengkel dekat pertigaan Parung Bingung"

Aku mulai ingat bengkelnya dan memang dulu langgananku.

" Sekarang jadi juragan angkot ya pak, sedang nggak ada Sopir yg narik lalu nyoba narik sendiri"

Beliau tertawa dan dengan ramah menjawab: "Tidak pak, ini saya narik mobil orang setoran resmi... "

" Lho.. bengkelnya sudah nggak ada pak? "

" Iya, pak.. saya sekarang sudah hidup sendiri... istri sudah duluan menghadap ilahi.. sekarang ikut anak bungsu.. si Anissa"

" Oo gitu ya pak.. tapi tetap sehat ya pak"

" Ya, sehat.. Pak Joko nggak berubah, masih nampak muda.....dari RS ya pak"

" Iya,mosok pak..sudah mulai kisut pak heehee....iya pak kontrol pak.. ya sehatnya orang yg tua.. begini ini"

"Sungguh lho, bapak nampak nggak banyak berubah, kawin lagi juga masih ada yg mau"

" Pak Husin bisa aja"

" Kok nggak bawa mobil pak Joko"

"Selain sudah nggak boleh bawa, juga sudah nggak punya mobil pak"

" Bisa saja bercanda. Pak Joko ini,mobil pasti masih ada kan, masih jadi dosen dan kerja perusahaan bahan bangunan itu ya pak"

" Sekarang sudah nggak, hanya jadi MC dan Pengacara"

" Hebat ini pak"

" MC itu Momong Cucu, Pengacara itu Pengangguran banyak Acara hehee"

" Nggak percaya... bapak pasti.. masih aktif"

"..Eh ngomong2 jangan kelewat ya pak, turun depan perumahan saja.. masih ingat kan"

Pak Husin tersenyum

" Tenang, masih ingat terus.....kan dulu sering ngantar mobil kerumah bapak,tetap kan pak"

" Oo iya ya, masih disitu rumahnya pak he hee"

Lalu mobil pelan pelan tertahan macet, mendekati pintu jalan tol.

" Pak Husin, hebat masih kuat narik ya.. padahal.. "

" Iya, padahal sudah tua, saya lebih tua 2 tahun dari pak Joko, ya..saya nggak tega lihat anak saya susah, suaminya hanya kerja di pabrik, gaji pas2 an, walaupun Anisa juga kerja nyuci dirumah orang, dengan anak 3,ditambah makan saya, rasanya setiap hari dia mau nangis. Ya demi cucu yg sudah mulai 2 sekolah. Biarlah saya nekat ini.. cari uang halal"

"Kok tahu umur saya pak? "

" Bapak, dulu sering kasih KTP untuk perpanjang sedan, KTP ibu untuk Sedan yg ex BB"

" Oh ya, saya.. lupa"

"

" Salam buat ibu dan anak2 ya pak.

" Baik Pak disampaikan,

Pak Husin semangat ya... "

Aku sebenarnya tertegun.

Pas didepan perumahan aku turun sebenarnya sudah disiapkan 5 ribuan tadi untuk ongkos angkot.

Namun dari dompetku ada 2 lembar duit merah langsung aku taruh di jok, takutnya dia nolak.

" Pak Joko, ini kembaliannya.. pak tunggu"

Aku berhenti dan kujawab

" Maaf pak Husin, kembaliannya tolong buat jajan cucunya.. "

" Oo gitu ya, ya baik trimakasih"

Sampai dirumah aku masih membayangkan dulu pak Husin punya bengkel.. dan lumayan ramai.

Dihari tua harus ikut anaknya, kebetulan anaknya hidup pas- pasan.

Aku kembali tertegun diberi kopi anget anakku.

Lalu terlihat cucu mendekat aku jadi terharu sudah makin besar dia.. sebentar lagi sekolah.

Melihat cucuku dan anakku juga menjadikan aku bangkit semangatku dan lebih bergairah.

Untuk mencari uang atau punya pasive income.

Mengapa harus kalah semangat dengan pak Husin.

Tidak lagi berjuang untuk anak dan istri. tetapi saatnya untuk diri sendiri yg mandiri, serta membantu cucu agar ceria.

Perlahan lahan aku menum kopi pahit yg jadi terasa manis.

Hidup ini memang harus berjuang.

Dan berjuang itu tidak kenal usia.

Sampai kapan jua

Selamat berjuang sahabatku...

Walau kita berbeda beda cara berjuangnya, hakekatnya sama tetap semangat untuk berjuang.

_Pesan moralnya:_

_Kita harus aktif bekerja sesuai talenta dan kondisi kita, agar tetap bisa tercukupi kebutuhan hidup, tanpa bantuan orang lain_

_Depok, 22 -12- 2025 .jbds_

    WhatsAppTetap Berjuang | Christianity Crisis Center | Christianity Crisis Center