Untukmu Ibu
Kehidupan Keluarga20 Des 2025

Untukmu Ibu

Sebuah kisah di panti werdha tentang kebijaksanaan, warisan, dan kasih sayang yang sejati antara orang tua dan anak.

Cerpen

_Untukmu Ibu_

Oleh : jb djoko suhono.

Disebuah Panti Werdha yang terletak di pinggir Bengawan Solo, sebelah selatan kota Solo.

Panti Werdha Bunga Bahagia.

Ada seorang ibu lansia termenung dan kelihatan melamun sesuatu, dia merasa sudah bertindak bijaksana setelah suaminya meninggal. Sebut saja namanya Ibu Susana Candrawinata.

Anak bungsunya yg wanita bernama Anik selalu bertanya

" Ibu, kapan warisan dari Bapak segera dibagi.. yah ibu suamiku lagi kena PHK, jadi susah ini hidupku, jika ada uang mau dipakai usaha suamiku bu"

Akhirnya Susana Sang Ibu, menjual semua peninggalan suami yaitu sebuah pabrik Mainan anak2, 2 mobil kijang Inova,1 mobil Fortuner, rumah di Jalan Brawijaya Jakarta Selatan, serta tanah 60 HA di Daerah Sukabumi.

Dan sebuah rumah di Jl. Honggowongso, Solo.

Didepan Notaris agar nanti kuat didepan hukum.

Maka ke 4 anaknya lengkap dengan 5 cucu dipanggil untuk hadir.

"Anak anak semua setelah semua terjual warisan orang tuamu, sejumlah 88 M, maka ini dengan adik Ibu bagi 4,jadi masing- masing2 dapat 22 M, bagaimana setuju"

Semua wajahnya beseri dan setuju..

Lalu Notaris bertanya " Lalu ibu kalian, siapa yg mau merawatnya, atau mau bergilir setahun sekali"

Semua anak dengan berbagai alasan menolak, lalu disepakati Ibunya dimasukan Panti Werdha, nanti setiap minggu dijenguk anak cucu bergantian.

Pada 3 bulan awal masih pada jenguk anak dan cucunya,bahkan Anik hampir setiap bukan datang dengan anak2nya,lalu setahun hanya 2 kali, namun setelah lebih 2 tahun, tidak ada yg datang bahkan Natal maupun tahun baru.

Hanya menelpon nggak bisa datang, karena masing2 liburan keluar kota.

Padahal sebagai orang Kristen bu Susana ingin di hari besar berkumpul dengan anak dan cucunya.

Bu Susana sering merasa kagum sekali, setiap minggu Bu Emil itu pasti ada yg jenguk cucu atau anaknya dan mereka kelihatan gembira sekali.

Pada suatu Sore mereka berdua Ibu-Ibu yg sudah lansia itu ngobrol dengan asiknya.

Sehingga akhirnya Bu Susana berani bertanya mengapa anak cucunya rajin menjenguk...

"Ah.. ada sih rahasianya.. Hikhik " Bu Emil tertawa.

Bu Susana jadi terlihat sedih.

" Maaf ya jeng, kalau anak cucu jeng.. Saya lihat nggak jenguk ya.. "

Lalu Bu Susana bercerita semua kebijaksaannya, dia merasa sudah berbuat adil dan purna sudah tugasnya sebagai orang tua.

Tetapi hatinya perih lihat kelakuan mereka, dia merasa gagal.

Bu Emil merangkul dan ikut merasa empati.

" Saya juga melakukan kebijaksanaan namun memang sedikit berbeda, semua penjualan toko, juga rumah dan mobil, saya masukan ke bank, sejumlah 95 M dan dari bunganya saya pakai bayar disini dan untuk dibagikan anak dan cucu.. sementara sudah saya tulis surat wasiat, bahwa jika saya meninggal baru boleh uang itu dibagi 3 anak saya"

" Oo begitu ya bu"

" Iya, saya katakan setiap minggu ke 1 harus ada yg kesini, dan juga minggu ke 3.

Saya akan siapkan makanan yg enak dan uang 1 juta rupiah.

Maka itu jeng mereka berebut datang,bahkan harus dijadual datangnya, cuma ada anak saya no 3,selalu menolak uangnya. Namun sebulan sekali dia pasti datang kesini"

" Waah hebat ya.. ternyata bisa berhasil dg cara itu.. "

" Saya juga sudah berpikir keras tadinya, dijaman sekarang semua mengukur dengan uang, walau tidak semua anak nomor 3 dan juga anaknya selalu menolak dengan masih ada uang"

Bu Susana dan Bu Emil lanjut ngobrolnya, hingga akhirnya mereka ngantuk dan masing pulang kekamarnya.

Setahun kemudian Bu Susana sakit perut yg sangat dan akhirnya dibawa ke RS, dalam sakitnya Bu Susana akhirnya menyadari bahwa pikirannya sendiri yg selalu mikir tentang anak dan cucu, serta rasa cintanya yg seolah tak terbalas membuatnya sakit.

Hatinya pedih karena kenyataannya, anak dan cucunya kurang perhatiannya.

Kesadarannya menggugah dirinya untuk berpasrah kepada Sang Pencinta,

hanya kepadaNya Bu Susana senantiasa sekarang mengucap syukur dan memohon untuk kebahagian anak dan cucunya.

Setelah 1 minggu di RS akhirnya dinyatakan sembuh, dan kembali dengan riang gembira bersama para penghuni yg lain khususnya Bu Emil yg jadi bestienya

Setahun telah berlalu dan keadaan Panti Werdha baik baik dan mulai berhias diri menyambut natal.

Karena diantara 20 orang penghuninya 7 orang diantara kristiani.

Menjelang natal kurang 5 hari, Bu Susana sakit dan dadanya sesak.

Saat itu Tuhan memanggilnya dipangkuan sahabatnya.

Akhirnya anak-anaknya datang dan semuanya menangis sedih sekali.

Terutama Anik yang sangat menyesal.

Namun sudah tidak bisa direspon lagi oleh ibunya.

_Pesan moral:_

_Jadilah orang tua yg bijak dan realistis, serta memahami anak2nya._ _Sehingga bisa membuat keputusan yg baik, buat anak2 dan juga orang tua_

_Senantiasa mengandalkan Tuhan, dalam setiap tindakan,pemikiran dan keputusan hidupnya_

Tamat.😭

    WhatsAppUntukmu Ibu | Christianity Crisis Center | Christianity Crisis Center